Thursday, April 28, 2011

Perempuan Kehilangan 90 Persen Sel Telurnya Pada Usia 30-an.


Akhirnya para ilmuwan menemukan jawaban mengapa perempuan di usia 30-an cenderung sulit hamil. Menurut team peneliti dari Univeristy of St Andrews dan Edinburgh University, perempuan telah menghabiskan 90 persen "sel telur cadangan" nya ketika mereka memasuki usia 30. Meski perempuan masih dapat menghasilkan sel telur sepanjang usia 30 hingga 40 tahun, namun cadangan sel telur tersebut terus menyusut cepat.


Selama ini banyak perempuan yang berfikiran salah dengan menganggap mereka masih boleh menghasilkan sel telur dan menjaga tingkat kesuburannya. Namun penelitian ini menemukan adanya penurunan sel telur yang signifikan dengan cepat.

Menurut penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Public Library of Science One, tubuh perempuan memilih telur yang terbaik dari cadangannya. Namun kualiti sel telur akan semakin memburuk saat usia perempuan bertambah dan akan meningkatkan risiko bayi terlahir dalam keadaan tidak sehat.

Dari hasil penelitian diketahui, rata-rata perempuan dilahirkan dengan 300.000 sel telur berpotensi. Tapi jumlah ini menurun pada tingkat yang jauh lebih cepat dibanding dugaan awal. Pada usia 30 tahun perempuan hanya memiliki cadangan sel telur 12 persen dan 3 persen pada usia 40 tahun.

Penelitian dilakukan dengan melihat data 325 perempuan di Inggris, AS dan Eropah dari berbagai usia untuk menilai potensi cadangan sel telurnya. Data tersebut kemudian dibuat grafik mengenai penurunan rata-rata potensi cadangan ovarium sepanjang hidup perempuan.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa 95 persen perempuan pada usia 30 tahun hanya punya maksimal 12 persen cadangan ovarium dan pada usia 40 tahun hanya tiga persen yang tersisa," ujar sang peneliti, Dr Hamish Wallace.

Lebih lanjut, hasil penelitian juga menunjukkan adanya perbezaan besar jumlah sel telur diantara perempuan. Beberapa perempuan ada yang memiliki sel telur lebih dari 2 juta sel telur, dan sebagian ada juga yang hanya memiliki sedikitnya 35.000 sel telur.

Dr Hamish, yang berpraktik di Hospital Royal Edinburgh mengatakan penelitian ini boleh membantu meramal masa menopause dini perempuan dan pembekuan sel telur terhadap penderita barah ovarium.

Lewat penelitian ini, perempuan juga diingatkan agar tidak terlambat atau bahkan menunda rencana kehamilan, karena kesuburan perempuan menurun secara substansial setelah usia pertengahan tiga puluhan.

...~PeMbUkA bICaRa~...

~SwEeT~


~@`OrG2 yG kU sAyAnGi`@~

MUTIARA KATA...


~@~ cInTa ~@~